RSS

Etika dalam Berinternet

23 Jun

Sejak terbentuknya ARPANET (Advanced Research Projects Agency Network) pada tahun 1969, jaringan komputer di dunia tumbuh sangat cepat membentuk internet sehingga membuat batas-batas negara seakan-akan menghilang. Sekarang dengan sebuah komputer yang terhubung dengan internet, seseorang dapat belajar jarak jauh (e-learning), perdagangan jarak jauh (e-commerce), menemukan berbagai informasi yang tersimpan di dalam jutaan komputer di dunia.
Bayangkan! Hanya dengan sentuhan tangan, seorang peselancar internet dapat menyimpan ensiklopedi berbagai pengetahuan yang jumlah halamannya ratusan bahkan ribuan halaman! Tentu dengan adanya teknologi internet ini memudahkan kita mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan.
Internet atau International Network, merupakan jaringan komputer sejagat bumi. Bila suatu komputer terhubung dengan internet dan mempunyai hak akses, maka komputer tersebut dapat berkelana seantero komputer-komputer yang terhubung dengannya.
Internet bagaikan sebuah kota elektronik yang sangat besar dimana setiap penduduk yang memiliki alamat (Internet Address) dapat untuk berkirim surat atau informasi. Jika penduduk itu ingin berkeliling kota, cukup dengan menggunakan komputer sebagai kendaraan. Jaringan jalannya bertumpu di atas sarana atau media telekomunikasi. Jalur lambatnya menggunakan line telepon, dan jalur cepatnya bisa menggunakan wireless.
Berinternet atau kegiatan “berselancar” di jaringan komputer internasional ini merupakan salah satu aktifitas yang dilakukan oleh sekitar 1,3 Milyar manusia di bumi ini. Berinternetsudah hampir menjadi suatu kegiatan interaksi sosial.
Tulisan berikut merupakan artikel Etika Ber-InterNet #1:
Saling Menghormati dan Berperilaku Baik. Ini adalah istilah umum yang biasa dipakai ketika orang saling berkomunikasi. Apalagi sebagai umat Islam, semuanya ini termasuk sebagai bagian dari Ibadah.
Tidak ada bedanya ketika kita berkomunikasi juga secara online di dunia maya (Berinternet). Bagaimana kita akan dianggap, tipe orang seperti apakah kita, kredibilitas kita, profesionalisme dan etika (akhlak) kita akan dinilai dengan bagaimana kita berkomunikasi dengan orang line secara online.
Untuk itu, ada beberapa etika yang perlu diketahui ketika kita berkomunikasi dengan orang. Berikut ini adalah beberapa hal dasar yang perlu diketahui (Common Courtesies):
1. Jangan menulis dengan huruf besar
Menulis dengan huruf besar sama dengan berteriak. Orang tidak suka berkomunikasi dengan orang yang berteriak-teriak, seolah-olah dia tidak mendengarkan.
2. Menahan diri dari menggunakan huruf berwarna dan gambar/warna background
Pilihan warna akan mempersulit pemrosesan email, dan bisa mengakibatkan sulit dibaca, sehingga isi yang ingin disampaikan tidak sampai.
3.Pada saat dimana kita perlu mengirimkan email ke beberapa orang atau group, gunakan fasilitas BCC (Blind Carbon Copy), sehingga email orang lain yang menerima email kita tidak bisa dilihat oleh penerima yang lain. Daftar email yang panjang di field Cc: menunjukkan bahwa si pengirim masih belajar ber-email atau tidak menghargai “privacy” orang lain.
4.Untuk orang yang baru ber-email, ingat hal berikut:
Jangan mem-forward “dumb joke”, “chain letter”, atau “unimportant email” tanpa permisi orang lain.
Mem-forward email bisa membuat penuh “mailbox” orang lain, menghabiskan “resources” orang lain, dan bisa menyebabkan email mental.
Mereka mungkin sudah pernah lihat email tsb dan tidak menyukainya.
Mem-forward “humorous email” bisa menyinggung perasaan orang atau merasa bosan dengan mendapatkan email yang sama dari seseorang yang baru belajar online.
5. Jangan pernah memberikan nomor telepon atau personal information
6. Gunakan Internet untuk mencari informasi yang diperlukan
Gunakan search engine yang tepat.
7. Jangan gunakan “Return Receipt” untuk setiap email yang dikirim, Seolah-olah kita ingin tahu apakah mereka membuka email yang kita kirim.
8. Setiap orang masih belajar.
Internet berubah setiap hari, dan kita semua harus mempelajari perubahan yang ada
9. Kalau menerima “nasty” email, jangan langsung membalas
10. Ingat bahwa email pribadi adalah hak cipta si penulis.
Jika ingin memforward email pribadi, sempatkan meminta izin dari penulis
11. Selalu minimize atau kompress file menjadi “zip” file dengan attachment.
Tidak semua orang mempunyai hi-speed internet access, dan tidak semua orang pasitas email yang tidak terbatas
12. Jangan memforward “virus warnings”.
Kebanyakan email “virus warning” adalah “hoax” atau “tipuan”. Periksa dulu di http://securityresponse.symantec.com/avcenter/hoax.html sebelum mengirim email.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 23 Juni 2011 in Kuliah

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: